Applied Knowledge is Power – Perjuangan Memperoleh Rumah Kedua

Kepentok sana sini, pundak terasa berat, kepala senut-senut, muka jerawatan ditambah tangan semakin iseng mencet-mencetin jerawat dan akibatnya noda hitam banyak di wajah :D adalah hal-hal yang saya alami dalam proses transaksi membeli rumah yang kedua ini.

Sungguh pengalaman yang membuat saya bertambah ‘kaya’ ilmu. Saya yakin ilmu ini tidak diajarkan di universitas mana pun juga. Setelah melewati, baru bisa diceritakan perjalanannya, yang menurut saya lumayan thrilling. Nikmati, perjalanan nekat saya dan suami ketika membeli rumah untuk kedua kalinya :)


Satu tahun sebelum masa sewa toko habis, April 2010, kami berembuk untuk mencari rumah yang lebih besar agar ada lahan yang bisa dijadikan ruang display untuk produk-produk dari website usaha kami, butikshaakira.com. Hal ini kami pertimbangkan karena kemungkinan sewa toko tidak lagi akan diperpanjang. Seperti biasa, karena yakin dengan tujuan itu adalah yang paling tepat, maka saya dan suami merasa harus menggabungkan rasa percaya bahwa kami pasti bisa mencapai tujuan itu.


Okey, singkat cerita, kami yakin bisa beli rumah baru yang lebih besar. Minimal 150m2 demikin saya tuliskan di kertas impian yang tertempel di lemari pakaian kami. Perburuan pun dimulai, rajin berkeliling naik motor dan catat nomer telpon rumah yang didepannya ada tulisan “dijual”, rajin membeli koran poskota sabtu/minggu, rajin melihat web jual rumah di internet, dan rajin menyambangi kantor agent property yang tersebar di area Tebet. Ada Ray White, Tebet Blessed, Era, dlsbnya.


Melihat daftar harganya, terlihat perbedaan sekitar 10-20% lebih mahal antara property di daerah Tebet Barat dengan area Tebet timur atau Tebet Utara. Sempat goyang juga menentukan area yg ditargetkan.  Rasa tidak berani muncul karena tingginya harga mulai merasuki pikiran. Meragukan keuangan kami apa bisa mencicil rumah baru itu nantinya. Untungnya sekarang zaman dimana informasi begitu banyak tersedia melalui internet untuk di eksplorasi juga berbekalkan ilmu-ilmu dari James, Joe Hartanto dan Tung Desem Waringin, saya meyakini bahwa property yang saya idamkan pasti dapat dimiliki. Nikmati saja proses dalam mendapatkannya.


Deadline sewa toko berakhir itu adalah waktu yang kami harapkan untuk memiliki property baru.
Semakin jelas tujuan kami semakin kuat langkah gerak dan juga doa menuju impian itu agar bisa terealisasi. Tung Desem Waringin¬† bilang pada seminarnya dulu di thn 2006 – Tuliskan goal nya, lebih jelas lebih kuat. Enam kali dia tuliskan kata-kata itu di slide presentasinya. “Kejelasan adalah Kekuatan, Lebih Jelas Lebih Kuat”…tuliskan dan itu akan membuat semua impian menjadi kenyataan.


Beberapa teknik membeli property tanpa uang muka didepan, bersliweran dikepala saya. Bagaimana bisa, hal itu terjadi dalam transaksi kami kali ini. Rumah ini dibeli tanpa punya uang muka, karena niat kami sebenarnya uang muka baru bisa dibayarkan setelah rumah yang sebelumnya kami tempati sudah laku terjual. Mungkin ini memang jalannya dari Allah, kami berhasil melewati hal ini karena keberanian mencoba.


Bagaimana bisa, kami mencoba untuk bernegosiasi atas keterbatasan tidak punya uang muka, tapi berani nawar rumah orang yang milyaran rupiah nilainya. Sungguh posisi yang sangat kritis banget waktu itu hi..hi…asli deg-degan deh. Berbekalkan laporan keuangan butikshaakira.com, permohonan kredit kami masukkan langsung ke 4 buah bank secara agresif untuk dibandingkan outputnya. Kali ini yang kami cari adalah nilai yang paling tinggi mendekati deal harga rumah., semuanya mengeluarkan approval dengan nominal yang berbeda-beda dan tingkat suku bunga yang berbeda pula.


Yang paling tinggi, yang kami pilih. Dengan begitu, kemungkinan untuk memperkecil uang muka yang harus disetorkan kepada penjual semakin nyata. Dengan bermodalkan keberanian, kami coba maju kembali kepada pihak penjual, setelah memutuskan mengambil persetujuan kredit yang paling tinggi dari salah satu bank syariah. Strateginya adalah menanggung beberapa kewajiban penjual dalam transaksi jual beli ini sebagai pinalty atas permintaan kami untuk membayarkan uang mukanya setelah rumah pertama kami terjual. Nekat abis!

Emang rezeki ngga kemana, sang penjual pun sayang sama pembelinya yang masih muda-mudi ini he…he…akhirnya praktek salah satu kiat dari seminar property beli rumah tanpa depe dimuka…meskipun sebenarnya mah tetep dibayar sih uang mukanya…hanya perlu waktu saja. Tempo gitu lho :)


Berkat doa orang tua dan ibu-bapak mertua, alhamdulillah rumah pertama berhasil terjual 5 bulan setelah rumah kedua dibeli. Dan berada dalam 5 bulan itu saya rasanya kapok banget deh, mencicil dua buah rumah di Tebet Barat, aduh mak rasanya sengsara banget. Pontang-panting, ngibrit memperbesar sumber penghasilan dari bisnis agar bisa tercover cicilan utama itu diluar cicilan2 lainnya hihihi…dasar tukang ngutang yah saya ini :p tapi insya allah hutang baik yahhhh


Beban besar terangkat setelah rumah pertama terjual. Uang muka rumah kedua pun segera diselesaikan dan sebagai wujud rasa syukur kami, kedua orang tua dan ibu-bapak mertua kami hadiahkan umrah. Alhamdulillah, lega banget rasanya ya rabb. Sekarang hanya fokus mencicil satu rumah ha ha ha….alhamdulillah ya Allah, seneng banget hati ini. Setelah ini mau belajar menambah keterampilan mengelola keuangan, menghargai, mengendalikan, melindungi, menginvestasi dan membagikan uang seperti orang-orang makmur itu bagaimana caranya. Nanti kalau saya sudah dapet ilmunya, saya juga akan bagikan kembali di blog ini. Untuk anak-anakku yang kelak besar nanti bisa melihat perjuangan ayah-ibunya sewaktu muda….cieeeee….



Pastinya, ayah-ibunya ini nekat mewujudkan impian mereka yang Jelas.
We are applying the knowledge akhirnya. Terima kasih ya Rabb :)

Berani mencoba seperti saya? Yukkkkkk dicoba….


Wassalam,

Doris Nasution – I’m @ home, making money and grow my personality ;-)
YM: dorisnst | Blog : www.dorisnasution.com | 0858-14158018
Mau cari busana muslim & kerudung terbaru ? disini tempatnya www.ButikShaakira.com
Mau mendapatkan penghasilan dari bisnis online? ini yang paling tepat ada duitnya www.BisnisImpianBunda.com