Baking Bersama Anak-Anak

“Jangan menunggu sempurna untuk mengerjakan sesuatu. Kerjakan dengan istiqomah dan terus update diri”

 

Aku suka sekali quote dari ibu Septi (Bunda Professional) di atas. Sampai-sampai menuliskannya di lembaran awal jurnalku tahun ini.

 

Semenjak Aliyah mengikuti kegiatan magang ala Ab Home di Bogor di bulan Desember lalu, keinginannya untuk membuat makanan di dapur semakin menjadi. Kalau bisa setiap hari Aliyah membuat makanan yang disukainya. Bukan hanya membuat chewy brownies ataupun puding, dia pun memberanikan diri mencoba untuk membuat macarons. Meski percobaan pertamanya gagal, namun hal itu tak membuatnya urung untuk mencoba lagi. Semangat ya Aliyah :-)

 

Dapur menjadi salah satu tempat favorit kami. Selain ayah Yassir yang suka memasak di dapur, sekarang ini kami semua juga suka membuat sesuatu yang berbeda sesuai dengan keinginan menyemilnya masing-masing. Kadang ingin nyemil makanan manis, gurih atau ingin mencoba bikin jenis masakan yang baru dan belum pernah dimasak sehari-hari. Selalu deh ngumpleknya ya bikin-bikin di dapur.

 

Saya membeli buku masakan yang memang sangat dikenal di Instagram. Ada bukunya XandersKitchen, tintinrayner, juga buku keluaran Natural Cooking Club (NCC). Kami selalu memasak menggunakan panduan buku-buku itu, meski sesekali Aliyah juga menonton channel youtubenya Puteri Miranti sebagai referensi.

 

Setelah sering berlatih memasak, akhirnya Adiva dan Aliyah memiliki makanan andalan yang menjadi favorit mereka. Yang membuat saya semakin bangga adalah ketika anak-anak memasak makanan tersebut untuk dibawa ketika mengunjungi rumah ompung atau oma/opanya.

 

Seperti minggu lalu, Kak Adiva memasak puding 3 lapis marie regal dan Aliyah memasak muffin brownies. Masing-masing sibuk dengan makanan andalannya. Kemudian setelah selesai, dengan sangat hati-hati makanan itu dibungkus rapih untuk dibawa ketika berkunjung. Syukurnya lagi, rasanya enak. Alhamdulillah. Ada rasa puas setelah membuat sesuatu, apalagi kalau hasilnya enak, cepet sekali habis dimakan.

 

Nah, karena kebiasaan baking ini, saya selalu mengusahakan stok bahan baku tersedia di dapur. Paling tidak untuk telur, tepung, butter, agar-agar dan dark choco harus ada, jangan sampai stoknya habis.

 

Awalnya dulu saya sering mendampingi Aliyah ketika membuat brownies muffin kesukaannya. Ketika pertama kali saya coba melepasnya membuat sendiri makanan tersebut, hasilnya bantet/kempes, gosong, atau terlalu pahit tak termakan. Alhasil, dibuang. Setelah itu saya dampingi lagi dan pelan-pelan mulai melepaskannya agar mandiri. Setelah berulang kali bikin makanan yang sama, Aliyah akhirnya mahir. Sekarang dia sudah bisa mengerjakan semuanya sendirian. Saya tak perlu lagi mendampinginya. Kecuali tentu saja untuk menyalakan / mematikan oven, itu masih harus dibantu.

 

Ini beberapa makanan yang dimasak kak Adiva dan Aliyah :)

 

1. Puding marie regal 3 lapis bikinan kak Adiva

puding marie regal 3 lapis bikinan kak Adiva

 

2. Muffin Brownies bikinan Aliyah

Muffin Brownies bikinan Aliyah

3.  Silky Puding bikinan aliyah

silky puding

 

4. chewy chocochips cookies bikinan kak diva

chewy chocochips cookies

 

5. another muffin brownies again ^_^

another muffin brownies again

Selain itu, anak-anak juga membantu menyiapkan makanan sehari-hari. Intinya mah ke dapur setiap hari.

masak bola-bola daging

 

masak bola-bola daging

Alhamdulillah, sejak memutuskan homeschooling, kami semua belajar bersama-sama. Sungguh proses yang luar biasa. Bikin hidup terasa lebih bersemangat dan seru. Bisa saja nanti keahlian bikin-bikin ini nanti menjadi salah satu sumber penghasilan mereka kelak. Siapa tau kan? Yang jelas, saat ini, memasak menjadi salah satu kegiatan favorit kami loh ;-)

Sungguh saya tidak menyangka bisa seperti ini. Kalau diingat-ingat,  kami selalu membeli makanan via GoFood, dan itu hampir setiap hari. Makanya sering jadi takjub deh melihat di rumah kami sekarang. Makanan tersaji di meja makan hasil masakan sendiri. Yeay, keren kan heheheeee ^_^