Belajar dari Ceramah Gaya Hidup Zaidul Akbar

Pagi hari ini saatnya me time. Sambil mendengarkan Al-Matsurat pagi di Youtube, saya berniat memindahkan isi notebook yang mencatat poin-poin penting sharingnya Zaidul Akbar ke blog ini.

Ah, sudah lama saya tidak mengisi blog kesayangan. Saya kehilangan disiplin dan konsistensi dan ingin sekali mulai mendapatkannya kembali.

Biasanya sehabis bangun pagi, sholat subuh, saya menyediakan waktu untuk membaca buku sambil menyeruput segelas kopi susu. Kopi pagi begitu sakral dan wajib  untuk membangunkan diri. Setelahnya, seakan diri ini siap menjalani semua aktifitas.

Waktu pagi hari begitu penting untuk saya. Tak ingin dilalui dalam ketergesaan. Saya memilih untuk menikmatinya dalam kondisi tenang, memastikan kebutuhan emosi diri sendiri sudah tercukupi sebelum disibukkan dengan ‘melayani’ kebutuhan pihak lain.

Setelah jam 9 pagi, baru saya bisa mengerjakan hal-hal lainnya. Rutinitas membersihkan rumah, memikirkan menu harian atau materi promosi yang harus diluncurkan di sosial media terkait dengan pekerjaan saya memenuhi kebutuhan hidup.

 

Balik lagi ke niat membagikan poin-poin penting dari sharingnya Zaidul Akbar, saya mencatatnya pakai pointer saja ya :-)

 

  • Badan kita bisa menyembuhkan dirinya sendiri, belajarlah untuk mulai sering lapar. Saat merasa lapar, maka berolahragalah agar tubuh menguras lemak-lemak yang tidak terpakai.
  • Kalau merasa ada penyakit, maka buatlah badan berlama-lama dalam berpuasa.
  • Kalau lapar mulai terasa, coba diamkan. Setelah 30 menit tubuh akan mengakses lemak badan kita.
  • Di pagi hari, makanlah produk alami. Makanan itu akan menghasilkan mood yang baik. Dan saat pagi hari, tubuh kita berada dalam fase pengeluaran, hindari makan, minum saja cukup. Makannya di siang hari, perhatikan isi piringnya agar badan kita lebih sehat.
  • Makan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, bukan kalori. Hindari tepung, minyak, gula dan nasi putih.
  • Sering melaparkan diri, tidak banyak makan. Tubuh seperti otomatis melakukan detoksifikasi. Lebih banyak sabar dan bersyukur.
  • Hormon manusia bekerja seperti matahari. Pagi bekerja, aktif semangat. Malam saatnya istirahat. Setelah sholat Isya langsung tidur dan bangun pagi hari untuk sholat tahajudnya akan lebih mudah.
  • Biasakan untuk puasa senin dan kamis, tambahkan pula puasa Ayyamul Bidh. Maka dalam sebulan kita berpuasa 11 hari. InsyaAllah, puasa akan menyembuhkan penyakit-penyakit degeneratif.
  • Pola hidup sehat ini adalah sebagai bagian dari ketaatan kita kepada Allah SWT. Hidup sehat adalah ikhtiar kita. Berdoa kepada Allah SWT agar produk-produk ciptaan Allah yang terasa mahal akan menjadi terasa murah.

 

Zaidul Akbar juga memberikan tantangan untuk yang mau mencoba mengubah kebiasaan makannya agar beribadah menjadi lebih ringan, badan menjadi sehat dan pikiran menjadi tenang dengan melakukan hal-hal berikut ini.

  1. Tidak makan tepung-tepungan.
  2. Tidak makan gula pasir.
  3. Tidak makan nasi putih atau mencoba makan nasi putih 1-2 sdm saja.
  4. Tidak makan makanan yang digoreng pakai minyak goreng.

Lakukan kebiasaan ini dalam waktu seminggu dan perhatikan efeknya pada tubuh. Kalau makanannya baik, badan jadi lebih enak, sehat dan wajah akan mengeluarkan sinar alaminya :)

Nampak sederhana, dan saya yakin kalau dilakukan dengan konsisten, hasilnya memang beneran akan terlihat. Coba buktikan saja sendiri.