Belajar Mengatur Uang di Fase Umur 20, 30 dan 40 tahun

Sabtu lalu, saya belajar di webinar Skill Mastery – Finplan For Alien yang diadakan oleh Andhika Diskartes bersama tim Value.

Investasinya cukup terjangkau. Oke banget buat saya, yang minat belajar topik seputar keuangan, mengatur uang, bisnis, property, passive income dan bagaimana membangun finansial yang kuat sebagai persiapan masa tua. Jadi gak ragu deh, nyiapin dana belajar untuk hal yang menurut saya penting :-)

Pas daftar webinar, saya langsung ajak Adiva ikutan juga. Dia kan udah mau 20 umurnya.

Pasti bagus untuk dia belajar mengatur uang dari sekarang ini. Biar nanti gak gagap pas ngelola uang pemasukannya sendiri.

Untungnya Diva mau-mau aja dengerin webinar dari jam 10.00 sampe jam 15.30.

Padat bener emang materi yang dibagikan sama tim Value. Kami pantengin webinarnya sampai akhir.

Ada 4 hal yang dipelajari lewat webinar ini, yaitu:

1. Finplan Alien
2. Money Management
3. Estate Planning dan
4. Melindungi Investasi Ilegal

Semua topik isinya bermanfaat banget, tapi kali ini saya mau nulis tentang money management.

 

Apakah banyak uang akan selalu memberikan kebahagiaan? Ya, tidak selalu memang.

Masih banyak hal-hal lain yang dapat menghadirkan kebahagiaan tanpa harus ditukar dengan uang.

 

Namun demikian, kita gak bisa pungkiri kalau penopang kehidupan sehari-hari adalah uang. Minimal cukup uangnya untuk membiayai kehidupan hidup yang standar. Itu aja dulu. Kebutuhan standar seperti untuk bayar biaya makan, rumah tinggal, transportasi, pendidikan, komunikasi, listrik/air dan persiapan tabungan di masa tua.

 

Persiapan masa tua penting juga untuk direncanakan dari awal. Emangnya siapa dong yang bakal nanggung masa tua kita kalau bukan kita sendiri. Nah, jadi bener banget nih sebelum masa 40 tahun ke atas, kita emang kudu bener ngatur uang. Waduh, umur saya udah lebih dari 40 tahun hehe, ya gimana dong, never ending learning and improvements pastinya…gak bosan-bosan usaha perbaikan terus :-)

 

So, kalau uang buat memenuhi kebutuhan dasar sudah ada, rasa tenang dalam bekerja juga pastinya bakal hadir. Setelah itu, baru deh kita mikirin habisin uang untuk hal-hal yang lebih seru lagi seperti uang buat ganti smartphone, kendaraan, renovasi rumah, liburan, ibadah umrah/haji atau sekedar pengen beli tas mewah. Itu semua butuh uang. Idealnya dapat terpenuhi setelah kebutuhan dasar yang utama beres semua. #Catet

 

semangat belajar mengatur uang

semangat belajar mengatur uang

 

Setiap pertambahan umur, diharapkan ada pencapaian tertentu. Itu sudah alamiah. Pengen kan hidupnya gak gitu-gitu aja. Maunya ada yang meningkat dan membaik seiring bertambahnya umur.

 

Di usia 20an adalah momen membangun masa depan. Hal yang paling baik untuk kamu yang ada di usia ini adalah waktu yang banyak. Apalagi kalau kamu masih belum berkeluarga, beban biaya hidupmu belum banyak. Dan ya, kesempatan buat eksplor banyak hal sangat terbuka lebar.

 

Saat inilah kamu mulai mencari pekerjaan yang bagus, mulai membangun network dan mulai juga untuk menyisihkan sedikit penghasilan pada instrumen yang hasilnya meningkat dan agresif seperti saham, reksadana, emas atau deposito. Tapi, ingat untuk ukur resikonya juga yah.

 

Mulai dari uang yang jumlahnya kecil yang disisihkan dari uang penghasilan awalmu. Sambil terus belajar, praktek dan evaluasi hasilnya setiap bulan. Tak terasa, dengan meningkatnya ilmu pengetahuan dan keberanianmu mengelola uang, kamu jadi terbiasa mengatur penghasilan dengan baik.

Mengatur uang di umur 20 tahun

 

“Yang umurnya 20 tahunan baiknya membuat plan untuk 5 tahun ke depan. Supaya lebih terarah aja langkahnya sesuai tujuan hidup”, gitu katanya di webinar.

 

Jujur, aku dulu saat belum berkeluarga, gak pernah mikir jauh ke depan. Kerja pertamaku di usia belasan tahun adalah menjaga toko yang aku lakukan selama 1-2 bulan saat libur kuliah. Daripada gabut saat liburan, aku putusin untuk kerja di toko olahraga, circle-K, sebagai housekeeping di hotel juga pernah. Gajinya aku pakai buat bayar kuliah dan jajan. Gak pernah kepikir buat saving sama sekali. Jadi, bikin plan ketika single tidak pernah kulakukan. :D

 

Nah, perubahan terjadi setelah aku berkeluarga. Menyadari kalau semua perlu diatur dan dicukupkan sesuai dengan pemasukan yang ada, aku mulai melakukan budgeting dan memasukkan mimpi jangka panjangku ke dalam rencana keuanganku. Itulah sebabnya, aku pengen anak-anakku mengerti tentang personal finance sedari awal. Biar mereka lebih pintar ngatur uang penghasilannya kelak.

 

Yang harus dikerjakan saat usia 20 tahunan adalah mulai mempelajari personal finance dan membuat budgeting. Tanpa budgeting, bisa saja kita gak siap dengan kondisi darurat. Seperti saat pandemi saat ini. Yang tadinya hidupnya aman-aman saja dan gak nyiapin dana tambahan buat dana darurat, akibatnya sekarang terasa berat. Kalau bikin budget, kita jadi sadar dengan kemampuan hidup yang sebenernya sesuai dengan uang yang ada.

 

Dulu, aku pernah belajar tentang budgeting keuangan pribadi. Artinya kalau penghasilan bulanannya 5 juta maka budgeting bulanannya diatur agar jadi seperti ini:

cara mengatur uang umur 20 tahunan

 

Dengan mengatur uang pakai sistem budgeting seperti ini jadi sadar kalau banyak yang harus didowngrade atau diatur ulang agar sesuai dengan nominal yang sudah ditentukan. Kata kuncinya adalah “Sadar kemampuannya berapa” :-)
Kalau gak suka dengan budgeting yang keliatannya mepet banget seperti di tabel ya mau gak mau harus mulai cari sumber penghasilan tambahan supaya angka incomenya jadi lebih gede dan alokasi budgetingnya jadi lebih lega.

Cara mengatur uang umur 20 tahun

Usia 20-an, fokuslah pada pengembangan diri dan invest sebanyak-banyaknya. Kumpulkan pengalaman-pengalaman dan belajar sebanyak-banyaknya, perhatikan apakah pekerjaan yang sekarang dilakukan sudah sesuai dengan tujuan hidup jangka panjang dan mulailah mengatur uang dengan baik. Jangan lupa untuk investasi mengikuti kelas-kelas yang akan membuat kualitas dirimu semakin keren yaa..

 

Seneng banget deh belajar tentang hal ini, semoga Adiva jadi bisa lebih paham pondasi awal untuk mengatur keuangan jangka panjangnya.

Untuk fase umur 30 tahun akan aku tuliskan di postingan berikutnya ya..