Berapa Harga Kebebasanmu?

Screen Shot 2017-02-28 at 9.29.06 AM

 

Saya resign di umur 29
Setelah bekerja selama 7 tahun.
Dulu, saya bekerja di sebuah kantor yang berada di kawasan segitiga emas Sudirman ^_^ persis sesuai dengan impian dan ego diri. Kalau dipanggil perusahaan di luar kawasan itu, saya ogah-ogahan datang interview. Ya ampunnn…songong banget dulu yak :P
.
.
Sepulang dari menyelesaikan kuliah, saya berburu pekerjaan dengan mengirimkan puluhan amplop coklat berisi lamaran pekerjaan dan secuil pengalaman bekerja sambil kuliah.
.
.
Dengan pengalaman itu saya berani negosiasi gaji pertama ketika interview. Di tahun 2000, akhirnya pekerjaan pertama sebagai Lotus Notes developer berhasil saya dapatkan. Gajinya sekitar penghasilan di level 18%. Alhamdulillah. Bangga sekali rasanya.
.
.
Posisi anak baru, tentu saja saya bekerja dengan giat. Untuk mengumpulkan pengalaman. Berharap kenaikan gaji setiap tahunnya. Tapi sayang, si anak baru itu langsung hamil dan memiliki buah hati di tahun pertamanya bekerja. Fokus langsung berubah. Bekerja di kantor tidak lagi membanggakan. Sekedar dijalani dengan terpaksa, karena biaya keluarga harus dipenuhi. Hilang sudah ambisi meniti karir sampai ke puncak. Jabatan tinggi bukan lagi target pencapaian. Pikiran saya saat itu : hanya hadir setiap hari dan pulang tepat waktu untuk bertemu anak saya di rumah.
.
.
Selama 7 tahun bekerja, saya hanya pindah satu kali — ke tempat baru dengan penawaran yang lebih baik. Setelah itu, saya langsung belok mencoba mencari jalan untuk menjemput KEBEBASAN WAKTU. Biaya hidup harus dipenuhi, tapi saya yakin jalannya tidak hanya dari kantor saja. Ada jalan lain, dan saya harus mencari jalan itu.
.
.
Tahun 2006 adalah titik tolak saya merintis jalan untuk menjemput kebebasan yang diinginkan. Sebelah kaki masih di kantor, sebelahnya lagi berkeliaran bergerak aktif menjajal banyak hal. Jatuh, bangun, terpuruk, tersungkur, kejeblos sudah saya rasakan. Sekali untung dan beberapa kali rugi adalah hal biasa yang harus dilewati. Toh, itulah harga yang harus dibayar demi kebebasan saya. Mau kehidupan yang bebas merdeka. Berapa saya sanggup bayar di muka?
.
.
Jika hari ini, setelah keputusan resign di tahun 2007 dulu adalah sebuah proses perjalanan selama 10 tahun, yang rasanya jika dibilangan angka sudah sangat lama. Tapi tak demikian rasanya. 10 tahun kok sebentar banget ya.
.
.
10 tahun pertama adalah pondasi saya.
Insya Allah di 10 tahun berikutnya, saya akan berjalan dengan landasan yang lebih baik, bersiap untuk menjemput hal-hal yang lebih besar dan bermanfaat.
.
.
Berapa kah harga KEBEBASANMU?
Jawab didalam hatinya masing-masing aja yah Kalau sudah tahu berapa harganya. Kejarlah dengan menghadapi semua tantangannya.