Cupcakes Bikinan Aliyah

Selepas sholat subuh ada yang langsung menuju dapur. Menyelesaikan niat membuat cupcakes yang dari semalam ingin dibikin tapi terpaksa ditunda karena kecapean hunting foto di taman Tebet.

Hari rabu menjadi spesial untuk anak-anak. Saatnya bertemu teman2 homeschooler yang berkegiatan bareng di Rumah Inspirasi Klub Oase. Meskipun Aliyah tak ada jadwal kegiatan, biasanya dia tetap ikut kak Adiva berangkat untuk main.

“Jadi bikin cupcakesnya, dek?” Ibu bertanya berharap gak jadi karena waktu berangkat sudah mepet, manalah sempat bikin2 kue lagi. Aliyah cepat menjawab, “ Jadi bu, aku mau jualan”, sambil bertanya lagi kira2 berapa ya harga jual cupcakesnya

Duh, kuenya belum jadi dan harga pokoknya belum dihitung. Buru-buru ibu mengeluarkan unsalted butter Anchor dan coklat blok colatta dari kulkas. Biasanya ibu bantuin steam coklat dan butter diletakkan dalam rice cooker hingga meleleh, sambil Aliyah menyiapkan bahan-bahan lainnya, ibu berhitung cepat berapa ya harga jualnya…

Targetnya selesai baking jam 07.40 baru kemudian mandi bersiap. Kegiatan di Klub Oase dimulai dari jam 09.00 pagi. Bikin kuenya harus ngebut . Resep ada di halaman paling belakang bu, kata Aliyah mengarahkan. Tahu kalau ibunya belom ketemu juga catatan resep bikin cupcakes di bukunya TintinRayner

Aliyah menuang gula palem dan banyak berhamburan. Rupanya dia ikut panik juga .

“Baca bismillah nak, supaya tenang dan kuenya enak yah.”, ibu berusaha kalem meskipun deg-degan juga.

 

cupcakes

Jam 17.30 mereka tiba di rumah. Riang dan banyak cerita. Kuenya habis terjual. Uangnya terkumpul dengan benar, tak ada yang kurang. Ada satu kue yang dimakan sendiri sama tukang bikinnya , “aku makan kue yang paling jelek bu, soalnya sudah boncel atasnya.”. Kue masih panas langsung dibungkus, ya hasilnya nempel di kain pembungkusnya dek hehe ya sudah jadi pelajaran untuk menunggu kue dingin baru ditutup ya.

Cerita berlanjut ke stiker bikinannya yang juga terjual. Senang sekali Aliyah menerima uangnya. “Ada 1 pack stikerku yang dibeli loh bu sama stiker peachy dan botol susu”, riang suaranya menghitung hasil penjualan stiker. Uangnya memang sengaja dipisahkan dengan uang jualan cupcakes.

Ibu mengajak Aliyah berhitung seluruh pendapatan. Ada 22 ribu dari kotak tempat uang stiker dan 55 ribu dari dompet kecil uang cupcakes. Semuanya 77 ribu!

hasil jualan

Segera dia laporan ke ayah dan kakak Diva, ceria tersenyum lebar banget deh Aliyah tadi malam, alhamdulillah ya nak -

Aliyah…

Kemarin kita belajar produksi cupcakes dan berjualan. Keliatannya sederhana namun tidak demikian yang ibu lihat nak. Dari pagi ibu menyaksikan keteguhan hatimu membuat sesuatu yang akan dijual, menyiapkan kertas harga, membungkus dengan rapih, berdoa semoga kuenya habis terjual hingga menghitung hasil penjualannya.

Semangat nak! Ini semua akan menjadi sesuatu kelak. -Yassir Malik

#homeschooling_journey #homeschooling #entrepreneur #entrepreneurship

#belajarbisnis

#aliyah10yo