Habis Waktu Berputar-Putar Jika Sekedar Bekerja Tanpa Tujuan

Dalam usia produktif kesibukan begitu terasa. Setiap hari berlalu dengan cepat. Sibuk dari pagi sampai pagi lagi. Berderet daftar kegiatan yang harus dikerjakan seiring dengan kewajiban yang harus dipenuhi. Sempatkah menetapkan tujuan dalam hidup? Perlukah membayangkan keadaan kehidupan diri ini di lima bahkan sepuluh tahun mendatang? Bukankah lebih mudah jika kita hanya menjalani kehidupan sehari demi sehari. Hari ini lewat, besok disambung lagi. Hingga sampai akhirnya kembali kepada sang pencipta.

Apa bedanya antara orang yang menetapkan tujuan jangka panjang dengan yang tidak? Apakah begitu pentingnya punya tujuan? Sampai kapan harus memiliki tujuan dan kenapa harus punya?

Dalam pengamatan saya terhadap orang-orang yang berusia jauh lebih tua dan bagaimana keadaan mereka di masa tuanya membuat saya menyimpulkan kalau orang yang mempunyai tujuan jangka panjang memiliki kehidupan yang jauh berbeda dibandingkan mereka yang tidak. Mereka yang sukses di masa tuanya tentu saja bukan datang dari hasil kebetulan semata. Ada proses panjang yang terlibat hingga memberikan hasil kesuksesan. Proses dari konsistensi terus melangkah meskipun hanya sekedar langkah-langkah kecil yang mendekati sebuah titik yang dinamakan TUJUAN. Saya tidak percaya kebetulan. Sukses itu berpola. Pasti ada formula dan tentu saja pondasi penting yang dibangun agar kokoh hingga kesuksesannya berlangsung terus hingga tua.

Tujuan memberikan arah dan memaksa seseorang untuk berani membayangkan sesuatu di masa depannya. Tujuan yang tinggi tentu saja akan membuat gentar. Perut terasa mules, gelisah dan tangan menjadi dingin membayangkan betapa indahnya tujuan jangka panjang yang telah ditetapkan meski baru melalui pikiran. Ada perasaan ragu dan tidak yakin melihat kondisi hari ini. Tapi harus dipaksakan, agar hidup tidak menjadi rata-rata dan mimpi besar yang disematkan melalui tujuan bisa mewujud nyata.

Tujuan yang jelas tentu saja memberikan energi yang sangat besar bagi seseorang. Mungkin anda pernah memperhatikan orang-orang disekeliling anda. Orang-orang yang memiliki tujuan dengan yang tidak. Bagaimana kehidupannya terlihat jelas berbeda. Pilihlah dengan sadar, bagaimana kondisi kehidupan anda ketika menua nanti. Karena saya, anda, kita semua pasti bergerak ke arah sana. Jangan hanya sekedar sibuk bekerja setiap hari tanpa memiliki tujuan. Beranikan diri untuk membayangkan diri dimana posisinya 5 atau 10 tahun ke depan. Miliki bayangan yang indah. Kalau ada orang lain yang membuktikan bisa hidup dalam kondisi seperti bayangan anda dan berbahagia, maka dengan tujuan tersebut anda pun bisa. Jangan abaikan tujuan jika tidak ingin hidup begitu-begitu saja.

Apa yang ingin dicapai 10 tahun dari sekarang?

Berapa pendapatan yang ingin dicapai?

Bagaimana standar kehidupan keluarga saya?

Dimana saya tinggal?

Bagaimana kondisi rumah yang saya tinggali?

Apakah anak-anak saya sudah berhasil mendapatkan pendidikan yang terbaik di zaman mereka nanti?

Kemana saya pergi liburan?

Apa tujuan besar yang berharga lainnya yang ingin diperjuangkan?

Bagaimana kontribusi saya kepada masyarakat?

dan seterusnya

 

Semua pertanyaan di atas membutuhkan jawaban yang jelas dan tentu saja keberanian diri untuk membayangkannya. Membayangkan artinya mengundang. Mengucapkan dan menceritakan juga akan mengundang. Bekerja dengan penuh kesadaran dengan tujuan-tujuan yang jelas sebagai jawaban dari pertanyaan di atas juga merupakan “undangan” agar hal-hal tersebut semakin dekat menjadi realita yang nyata di kehidupan anda. Daripada menghabiskan waktu berputar-putar lebih baik tetapkan tujuan yang jelas dan besar. Agar langkah-langkah anda menjadi lebih terarah ke tempat yang tinggi sesuai dengan bayangan anda sebelumnya.

 

miliki tujuan jangka panjang untuk membantu anda bekerja fokus setiap hari

miliki tujuan jangka panjang untuk membantu anda bekerja fokus setiap hari