Hasil Ujian IGCSE Kak Diva Sudah Ada

Setelah menunggu beberapa minggu, akhirnya hasil ujian IGCSE keluar juga. Lumayan lama menunggu. Sampai hilang rasa deg-degannya. Alhamdulillah, hasilnya membanggakan apalagi persiapan untuk ikut ujiannya dilakukan dalam waktu singkat. Kenapa mesti ujian IGCSE? Karena setelah koresponden dengan kampus yang dituju, disarankan untuk memiliki nilai math dan english minimal B (IGCSE). Lalu, setelah itu dilanjutkan dengan memiliki nilai untuk 3 subyek yang dipilih untuk A Level.

 

Oke, satu-satu ya ceritanya :-)

 

Pertama adalah mempersiapkan ujian IGCSE, karena sebelumnya Adiva sekolah formal di sekolah negeri maka tentu saja untuk menghadapi ujian IGCSE dia harus berusaha jauh lebih keras. Modulnya dalam bahasa Inggris dan dikerjakan secara online.

 

Persiapan utama adalah mencari tutor yang bisa mengajarkan Diva mengerti paper-paper ujiannya. Setelah mencari, ibu memutuskan untuk mengikuti les secara private di Jakarta Tutoring untuk mata pelajaran matematika dan bahasa Inggris. Pendaftaran les dilakukan pada akhir Januari, sedangkan ujiannya terdaftar di awal Mei.

 

Ibu menilai persiapan Adiva untuk mata pelajaran bahasa Inggris cukup siap jika dibanding Matematika. Dengan alasan itu maka diambil saja pilihan les 2x seminggu untuk matematika dan cukup 1x seminggu untuk bahasa Inggris. Untuk 12 sesi les privat tersebut, biayanya lumayan juga. Ibu harus membayar sekitar Rp. 280.000/sesi.

 

Dalam kurun waktu 3-4 bulan persiapan, biaya les yang dibayarkan sekitar Rp 13 jutaan. Cukup banyak investasinya buat mendapatkan nilai IGCSE ini (lap keringet). Untung saja pembayarannya tidak sekaligus di awal namun dibayarkan per bulan. Jadi ga berasa. Tahu-tahu akhirnya jadi banyak juga yah :P. Padahal biaya ujiannya juga lumayan seperti yang pernah ibu tuliskan di sini.

 

Lantas bagaimana belajarnya? 

Setiap minggu, tutor yang dipilih akan datang ke rumah dan mengajar selama 90 menit. Belajarnya langsung dari mengerjakan past papers. Drilling istilahnya. Gak pakai text book namun belajar dari pola-pola soal tahun sebelumnya dan bagaimana cara menjawabnya agar sesuai dengan soalnya. Ibu membaca contoh-2 past papers dalam bahasa Inggris tersebut dan mendadak rasanya langsung blank bingung mau menjawab seperti apa. Untung saja kak Diva bisa cepat beradaptasi dan siap menyelesaikan soal-soal selama les. Itu membuat rasa percaya dirinya naik dan mentalnya siap untuk duduk dalam ujian di bulan Mei 2017.

 

Ibu pasrah dengan hasil akhirnya, berapapun nilainya akan disyukuri, karena ibu tahu proses Diva berjuang dalam persiapannya. Syarat yang diminta oleh universitas adalah nilai C untuk subyek matematik dan bahasa Inggris. Dan ada satu pelajaran yang ternyata dibawah nilai minimalnya (lihat foto). Ya, sedih sih namun emang harus diakui susah he..he..

 

Ibu tanya ke Diva, “kapan mau ujian lagi untuk perbaikan nilai yang kurang itu?”

Sampai sekarang di bulan Desember, Diva belum tahu apakah mau lanjutkan perjuangan untuk menempuh jalur IGCSE, A-Level kemudian masuk year 1 kuliah atau mau mencoba jalur lainnya. Apalagi setelah ibu menunjukkan ada opsi uncollege yang sedang ibu pelajari melalui website ini. Keliatannya Diva tertarik mempelajari lebih lanjut.

 

We’ll let see apa jalur yang akan dipilihnya dalam 2 tahun ke depan nanti. Dalam perjalanan menuju kesana, ibu yakin yang akan belajar bukan hanya Diva aja kok, namun ayah ibunya juga sekaligus belajar bersama. Paling tidak kami belajar meruntuhkan pakem-pakem yang sebelumnya ada dan berpikiran terbuka terhadap potensi-potensi baru di depan sana. Let’s enjoy the ride and be happy ^_^

 

Ujian IGCSE 2017 - Hasil Adiva