Inspirasi Buka Bersama d’BCN 1 – Cerita Yuli Nur Elia

Kemarin acara buka bersama grup d’BCN di Al Azhar. Saya semangat sekali mau datang, selain untuk silaturahmi juga untuk mendengarkan sharing ilmu dari para top leader yang sudah membuktikan prestasi mereka bisa cepat naik level dan mempertahankan prestasinya itu dengan melakukan “Rekrut Secara Massal”.

Peserta yang hadir ramai sekali hampir 300 orang, semua kursi terisi penuh. Saya pun duduk dibagian tengah belakang untuk belajar. Pembicara pertama yang sharing ada Yuli Nur Elia didampingi oleh MC Dewi Nurul Satvani. Saya belum kenal siapa mba Yuli dan apa prestasi kerennya. Yang saya dengar sekilas adalah dalam waktu tidak sampai 2 bulan dia sudah mencapai level Senior Manager 21%. Join 15 September 2014. Track perjalanannya adalah bulan pertama 6% dan bulan kedua loncat 21%. Wow, dari penghasilan ratusan ribu langsung ke lima jutaan yah, keren banget. Apa saja actionnya dan bagaimana dia melakukannya itu yang disharing kemarin.

mba Yuli ini adalah downline Yulia Riani. Mereka bergelut dibidang kue. Yuli sebagai supplier bahan-bahan kue ke bisnis Yulia ketika dulu masih menekuni Maki Cakesnya. Tahun 2012, Yuli sempat diprospek Yulia untuk bergabung di Oriflame, tapi ditolak dengan ceramah 2 jam di BBM ke Yulia. Dia bilang Oriflame memang bagus, produknya oke tapi jalaninnya susaaaah, ngapain  ngerjain Oriflame. Setelah tiga tahun berselang, Yuli melihat blog Yulia dan setelah membaca disana begitu banyak orang-orang yang terbantu kehidupannya setelah menekuni Oriflame. Berarti bisnis ini memang untuk semua orang. Akhirnya Yuli pun memutuskan untuk bergabung dan langsung action meskipun saat itu ditinggal sama Yulia yang sedang travelling Gold Cruise ke 3 negara tetap saja dia melakukan rekrut sampai 24 orang tapi hanya sekitar 7 orang yang tutup poin. Saat itu Yuli mengaku tidak bisa belajar dengan Yulia, dia bingung apa yang harus diajarkan ke downline, bagaimana cara berbicaranya, apa yang harus mereka duplikasi agar semuanya punya kemampuan menjual dan merekrut yang sama.

Setelah Yulia pulang Cruise, baru deh ngebut belajar dari permodulan dan ditekankan untuk Manut (nurut) kepada saran upline. Target bulan kedua gak main2, langsung loncat ke level 21%. Dengan fokus kepada Nutrishake, menjadi bukti kalau dia sendiri bisa turun berat badan dari 82 Kg menjadi 72 kg dia bisa menjemput naik ke level2 selanjutnya. Bulan Desember 2014, Yuli berhasil membantu 2 orang dijaringannya untuk menjadi Senior Manager 21%, levelnya pun naik menjadi kualifkasi Gold Director dengan bonus 10 jutaan, dan bulan Mei lalu dia pun kembali membantu 1 orang lagi Senior Manager 21% sehingga levelnya pun berubah menjadi kualifikasi SGD.

Satu kalimat penting yang aku catat kemarin dari sharingnya Yuli adalah Komitmennya kepada upline untuk nurut. Upline mengarahkan untuk setiap hari berbicara kepada 20 orang prospek, tidak boleh miss sama sekali. Dari hasil kerja itu diharapkan setiap bulan mendapatkan tambahan 10 member baru dijaringannya. Saya menganggap Yuli dengan latar belakang supplier bahan-bahan ¬†kue tentu saja sudah memiliki daftar teman yang lumayan banyak, dia pasti memaksimalkan daftar teman tersebut di bulan-bulan pertamanya menjalankan bisnis ini. Dia tidak menggunakan iklan berbayar, hanya memaksimalkan daftar nama teman-temannya. Dan tentu saja, dengan ilmu yang tepat hasil proses dia belajar, membaca, manut kepada upline, pengertian terhadap konsep bisnis MLM yang diajarkan Oriflame dan d’BCN pun melekat kepadanya sehingga semua yang direkrut cepat dibukakan mata dan kepalanya akan peluang bisnis ini.

Kemudian uplinenya dipanggil, mba Yulia Riani. Seorang kualifikasi Gold Executive Director yang sudah meraih CRV dan BMW ini pun naik ke atas panggung, dia bercerita kalau dulu ketika Yuli bergabung hanya di spill-over 1 orang member saja tapi Yulia sangat mandiri dan langsung merekrut sendiri sisanya. Diingatkan oleh Yulia sebagai upline, Yuli jangan jadi ibu peri terhadap jaringan. Jangan kasian terhadap teman atau mungkin saudara yang kita rekrut dan akibatnya karena kasian kita yang harus mengerjakan semuanya sendirian. Belajar menjadi seorang upline yang tegas, professional dan delegasi agar downline-downline menjadi mandiri, percaya diri dan tumbuh menjadi seorang leader yang hebat seperti kita. Akhirnya setelah diingatkan upline, Yuli pun mau belajar delegasi dan tidak lagi jadi ibu peri, makanya wuusss langsung melesat lanjut ke level-level berikutnya.

Jadi, untuk menjadi yang tercepat, setelah membuat kita ternganga karena kecepatannya bekerja. Seharusnya kita pun akhirnya sadar ya teman-teman, tidak akan mungkin tuh hasilnya tiba-tiba saja dalam 10 bulan bisa dapat penghasilan 15 jutaan dari level kualifikasi SGD tanpa ada KERJA disebaliknya. Kerja seperti apa?

Ya kerja Tupo-Rekrut-Bina! Iya, cuma itu aja. Jangan sampe bosen mengulangi yah kerjaan tersebut sampe kita berhasil mencapai level penghasilan yang kita inginkan dan menjadi saluran berkah bagi downline2 kita.

Semoga terinspirasi dari cerita yang saya dengarkan kemarin di acara bukber d’BCN ini ya teman-teman.

Lanjutkan lagi kerjanya, masih ada 8 hari lagi untuk closing yang terbaik di bulan Juni!

Salam sayang,

Doris Aminah Nasution

Cerita Inspirasi Buka Bersama Yuli Nur Elia