Kenapa Bergerak Hari Ini?

Pikiran kita seperi saklar-3

 

Roti…Roti…Roti…bunyi suara penjual roti yang lewat di depan rumah. Dalam keadaan hujan, bapak penjual roti tetap keliling menawarkan dagangannya. Tidak gentar meski hujan nampaknya akan turun agak lama pagi ini. Duh, hari senin masih pagi sudah turun hujan, rasanya malas ngapa-ngapain deh. Mendingan tarik selimut lanjut tidur lagi sampai agak siangan atau sampai matahari sudah kelihatan. Tapi tidak bisa. Ada beberapa orang yang memutuskan bergerak menembus hujan sejak pagi, ya mereka terpaksa harus pergi keluar rumah. Ada yang berangkat menuju kantor, atau berkeliling menawarkan dagangan atau hanya sekedar mengantarkan anak-anak berangkat sekolah.

 

Seandainya bisa memilih, pastilah gak mau keluar menembus hujan.

 

Tapi tidak bisa memilih. Ini kondisinya harus. Kalau tidak berangkat dan keluar rumah, bisa-bisa tidak dapat penghasilan. Mau makan apa keluarga di rumah. Gimana bisa bayar uang sekolah anak-anak dan membiayai kebutuhan rumah tangga kalau tidak memaksakan diri untuk berjualan.

 

Karena terpaksa, apapun dilakukan. Terbayang kepahitan dan penyesalan jika tidak bergerak menjemput rejeki sejak pagi hari. Daripada sakit dan menyesal lebih baik kuatkan tekad untuk berusaha. Lagipula ini semua demi orang-orang tersayang.

 

Darimana datangnya kekuatan untuk bergerak seperti itu?

 

Dari kebutuhan yang nyata-nyata harus dipenuhi. Sudahlah, realistis saja. Sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan keluarga harus diupayakan. Mau bergantung sama siapa selain diri kita sendiri yang seharusnya mampu memecut diri tanpa ada motivasi dari luar sana. Beribu motivator hebat boleh kita ikuti dan dengarkan nasihatnya, tapi alasan terkuat untuk terus bergerak adanya disekitar diri sendiri. Cuma kita yang tahu, kenapa pagi ini kita mau BERGERAK dan BERUSAHA. Cuma kita yang paham dan sadar darimana datangnya KEKUATAN untuk BERJUANG. Iya, beneran cuma kita sendiri yang harusnya sadar. Sudah, jangan nangis ya baca tulisan saya ini. Bangkit saja dan terus bergerak dengan penuh semangat setiap hari, demi mereka orang-orang yang tercinta.