Memulai Investasi Reksadana di Commonwealth Bank

Dalam rangka memaksakan diri supaya lebih disiplin menabung, akhirnya saya mencoba praktek investasi reksadana. Sudah sering baca di blog, artikel2 dari web Financial Planner sejak 2012, baru mulai terjun langsung ya di bulan terakhir tahun 2014. Ceritanya mau menambah portofolio aset. Hihi gaya, Doris, ngomongnya udah segala aset saja. Padahal cuma IRT doang yang ketak-ketik ngerjain Oriflame di rumah doang tapi impiannya setinggi langit. Pingin banget punya aset investasi, aset produktif, aset yang bisa melindungi pengeluaran keluarga nanti kalau masa pensiun saya tiba. <jangka panjang terus ya gue!>

 

Kata orang pinter nih, kita harus men-diversifikasikan aset. Jangan mendewa-dewakan satu jenis aset saja. Meskipun kamu jatuh cinta setengah mati sama property (itu saya!), ya tetep harus ada jenis aset lainnya agar aset kita semakin variatif dan tentu saja dapat memberikan keseimbangan antara jenis aset yang satu dengan lainnya.

 

Aset tetap, berupa rumah, mobil, motor. Alhamdulillah, sudah ada :-)

Meskipun rumah dan mobilnya masih dalam proses pencicilan sampai beberapa tahun berikutnya, tetep bersyukur alhamdulillah, sudah punya.

 

Kalau aset investasi, selain logam mulia belum pernah saya miliki. Makanya, saya bertekad sebelum ganti tahun ke 2015, saya harus segera berangkat ke Bank Commonwealth untuk mulai belanja reksadana. Tujuannya jelas banget, ambil investasi reksadana ini untuk biaya kuliah kedua putri saya. Setelah mengisi profil investor, saya katanya termasuk dalam kategori “Balanced” dengan kategori waktu investasi 3-4 tahun. Artinya saya menginginkan investasi yang seimbang dan bersedia menerima resiko jangka pendek untuk memperoleh potensi tingkat pengembalian yang lebih tinggi untuk jangka panjangnya.

Tapi, setelah membacai lembaran Kinerja Reksadana apa saja yang tersedia di Bank Commonwealth, saya memutuskan 6 reksadana yang akan saya beli dan meminta bank untuk mengaktifkan fasilitas auto-invest (debit rekening bank) saya disana setiap bulannya untuk memastikan investasi terus berjalan. Saya memilih untuk melakukan pembelian reksadana secara berkala alias bulanan. Karena memang mampunya seperti itu he…he, saat ini belum ada dana yang jumlahnya cukup besar untuk disimpan langsung sebagai investasi di reksadana. Oya, fasilitas auto-invest mulai dari jumlah Rp. 100.000 saja loh per bulan, murah banget kan, terjangkau sekali untuk kita yang selama ini sulit untuk menyisihkan uang untuk ditabung, dengan fasilitas ini jadi “kepaksa” untuk berinvestasi.

 

Semua reksadana yang saya beli tipenya Reksadana Saham. Rata-rata imbal hasilnya sekitar 15-20%, begitu kata buku yang saya baca. Tentu saja saya belum punya pengalaman hasil terjun langsung, makanya saya penasaran dan ingin praktek sendiri. Daripada cuma membaca-baca pengalaman orang lain kan. Insya Allah saya akan bagikan pengalamannya di blog ini ya, kalau ada perkembangan2 seru terkait investasi reksadana yang saya ambil.

 

Okeh, yang namanya investasi, pasti ada faktor resikonya. Jadi tidak usah kaget kalau tiba-tiba reksadana yang dipilih, Manajer Investasinya dibubarkan oleh OJK karena dana yang dikelolanya lebih kecil dari yang telah ditentukan OJK (misal dibawah 20M), Ini bukan nakut2in ya. Tapi memang investasi berhubungan erat dengan faktor resiko. Ada juga, misalnya ketika ingin mencairkan dana kita ternyata MI nya tidak mampu melunasi dengan segera, dan faktor resiko lainnya. Tapi daripada fokus ke faktor resiko terus, mendingan mencari informasinya dengan banyak belajar dan mencari cara bagaimana memilih reksadana yang legal, MI yang tepat, bank kustodian yang terpercaya, dll. Intinya banyak membaca dan meng-update terus ilmu  kita tentang hal ini.

Okeh reksadana saham yang saya ambil adalah:

1. BNP Paribas Infrastruktur Plus

2. BNP Paribas Pesona Syariah

3. Manulife Saham Andalan

4. BNP Paribas Pesona

5. Schroder Dana Istimewa

6. Schroder Dana Prestasi

Mari lihat perkembangannya nanti sambil belajar :-)

Learning by doing is the best method.

Pokoknya dicobain aja dulu, bulan ini, saya sudah masuk ke pembelajaran baru lagi untuk mengembangkan aset investasi. Yessss!!!

 

Ngomongin aset, I will never get bored he…he…

 

Salam belajar investasi :)

Monitor investasi anda secara online bisa juga loh disini : Bloomberg, trus kalau mau lihat updatean onlinenya bisa disini -> Kontan