Mengamati Pikiran Dalam Hening

Pikiran, meski tak terlihat, lebih sering piknik kemana-mana. Tak terkekang dengan waktu. Bahkan dalam keletihan fisik, pikiran bisa terus mengembara ke masa lampau, masa depan, jarang sekali ia berada di masa kini (sekarang).

Pikiran sering kali berisik membuat sang empunya kebingungan. Padahal bisa saja, yang dipikirkan dan dikhawatirkan tak akan mungkin terjadi.
<div>

Kemarin, saya belajar untuk mengamati pikiran dalam hening. Sesi selama 3 jam bersama guru hening, Adjie Santosoputro, berhasil menguras emosi dan membuat pikiran saya yang sibuk agar berhenti sejenak. Kejadian masa lampau, kekecewaan juga kemarahan terhadap hal-hal yang tidak bisa saya kontrol, muncul ke permukaan ketika hening dilakukan.

Belajar hening bersama adjie

Ketika berfokus kepada aliran nafas, hadir sepenuhnya mendengarkan nafas yang diberikanNya, dalam keadaan mata terpejam, pikiran saya langsung menghadirkan cerita masa lampau. Tak terasa, air mata pun mengalir dan saya terkejut. Jelas sudah, pikiran saya perlu obat dan itu baru disadari ketika sesi relax awareness berlangsung.

Hei saya tak sendirian, setiap insan menyimpan cerita. Bukan suatu kebetulan pula, saya melihat banner acara hari ini. Tentu bukan pula suatu hal yang tanpa alasan, saya bisa meluangkan waktu untuk hadir di kelas ini, yang demikian sudah diaturNya, agar saya berhenti sejenak menghayati perjalanan yang serba cepat selama ini.

Sungguh, pengalaman belajar kemarin membuat saya bersyukur. Beresin yang di dalam. Sebab konon katanya, kehidupan itu sendiri adalah sebuah perjalanan ke dalam diri.

Screen Shot 2017-08-28 at 2.37.59 PM