Seorang Ibu Yang Menulis

Menulis adalah hal yang sangat saya takuti. Saya merasa tidak cakap dalam dunia tulis-menulis. Apalagi latar belakang jurusan selama kuliah adalah Information Technology. Tulisan yang saya pelajari adalah bahasa pemprograman. Namun, di tahun 2006, saya dipaksa untuk mulai menulis. Terciptalah sebuah blog untuk merekam perjalanan diri yang  berpindah dari zona karyawan ke zona pengusaha.

 

Blog sederhana yang isinya campur aduk. Banyak kegalauan dan bisa dijadikan panduan untuk membuka usaha ritel busana muslim. Usaha yang saya tekuni sambil terus menyandang status sebagai karyawati di sebuah bank asing di Jakarta.

 

Dari blog tersebut saya menyadari manfaat dari kebiasaan menulis. Sepanjang blog tersebut masih tayang di dunia online, maka tulisan itu bisa menyetuh hati dan pikiran pembacanya. Karena itulah, di tahun 2012 saya mulai membeli domain dan hosting khusus. Kemudian melakukan migrasi tulisan dari blog gratis ke sana. Tujuan utamanya adalah agar tulisan-tulisan saya bisa tetap dikonsumsi pembaca. Syukur-syukur bisa memberi manfaat bagi mereka.

 

Ternyata dengan menulis membuat saya lebih tenang. Saya bisa menceritakan apa-apa yang hadir dalam benak. Saya bisa juga menggambarkan visi misi diri dan keluarga. Dari sana pula, tergambar  rencana, impian dan tentu saja harapan masa depan yang indah. Membacai tulisan-tulisan lama yang jauh dari kesempurnaan membuat saya meyakini bahwa karya yang sempurna hadir dari ribuan jam yang didekasikan di sana. Ada proses melatih diri hari demi hari.

Screen Shot 2017-05-19 at 8.46.00 AM

Kapankah  waktu yang tepat untuk menulis?

Apakah semua yang ditulis harus bermuatan buah pikir yang rumit?

Untuk siapakah tulisan tersebut ditujukan?

Kenapa keinginan menulis itu hadir?

 

Susah sekali menjawab semua pertanyaan di atas. Untuk saya menulis adalah mencatat agar tidak lekang oleh waktu. Menulis untuk menceritakan sesuatu. Tanpa berharap banyak, — akan mengubah dunia -, ah ketinggian mimpinya, lagipula bukan itu tujuan saya menulis blog ini.

 

Kelak nanti ketika saya sudah semakin tua, anak anak beranjak dewasa dan membangun keluarga mereka sendiri, tulisan di dalam blog ini akan merefresh kembali cerita kami bersama. Bahwa, ternyata keputusan ibu mereka untuk produktif di rumah, telah memberi warna yang baru untuk keluarga, dan insya Allah untuk satu generasi ke depan setelah anak anakku ini, mereka akan mampu menangkap rasa ‘berani’ untuk mengambil jalan yang berbeda. Mereka tak akan lagi takut dan kuatir untuk memilih jalur lain (sebagai perintis) jikalau ingin hasil yang berbeda.

 

Semua tercatat di sini. Perjalanan keluarga sejak 2006 hingga 2017 ketika tulisan ini dibuat.

 

Harapanku, anak anak dan generasi setelah mereka memahami makna mengurus keluarga sambil menyiapkan penghasilan yang akan mencukupi semua kebutuhan keluarga itu adalah satu hal yang harus dilakukan bersama (ayah, ibu dan anak-anak).

 

Keluarga berjalan seirama, selaras. Anggota keluarga tahu apa gol bersama sama yang mau diwujudkan. Anggota keluarga juga memahami artinya bekerja sungguh-sungguh, dimanapun dilakukan, asal tujuannya jelas dan sikap mengelola penghasilannya diperbaiki terus-menerus, bisa membuat semua anggota keluarga tersebut menjadi lebih berani menjemput impian masa depan mereka.

 

Screen Shot 2017-05-19 at 3.36.49 PM

Catatan: Tulisan ini saya buat untuk menyambut 11 tahun blog pribadi yang dimulai pada Juni 2006. Semoga terus diberi kesempatan untuk membagi cerita yang berguna. Panjangkan umur dan manfaat melalui tulisan tulisan yang baik.