Sikap Mencela Diri yang Tanpa Sadar Menjadi Kebiasaan

Tanpa disadari, kecenderungan mengerdilkan kemampuan diri sendiri kerap kali terdengar melalui suara dalam diri. Apalagi jika selama ini anda berada dalam lingkungan yang jarang memberikan pujian maupun kepercayaan atas kemampuan diri. Suara-suara yang menghambat dan melumpuhkan kemampuan itu tidak akan terlihat secara kasat mata sebelum orang tersebut terlibat dalam pembicaraan. Setelah berbicara akan dimengerti seperti apa besar kecilnya cara mereka melihat diri mereka sendiri. Karena kehidupan yang terlihat nyata di permukaan adalah efek dari besar kecilnya cara berpikir.

 

suara-suara dalam diri ibarat gembok yang mengunci semua potensi dalam diri seseorang.

suara-suara dalam diri ibarat gembok yang bisa mengunci/membuka semua potensi dalam diri seseorang.

 

Mereka yang berpikir :

Takut menjadi orang kaya karena akan menjadi orang yang kikir, pelit dan sombong akan sulit menjadi orang yang memiliki harta banyak karena alam bawah sadarnya ternyata menghambat dirinya untuk menjadi kaya. Padahal ada loh orang kaya yang menjadi jalan bagi banyak orang, pemberi sedekah dan membuat keluarganya tersenyum bahagia. Karena kekayaannya membuat mereka mampu memberi manfaat dan memilih yang terbaik bagi keluarga.

 

Mereka yang berpikir :

Dunia bisnis adalah dunia penuh resiko dan tidak terjamin akan sulit masuk dan boro-boro bertahan di sana karena dalam benaknya sudah ketakutan akan resiko dan ketidakpastian di masa depan. Kenyataannya di dunia bisnis maupun dunia profesional sama-sama mengandung resiko dan tidak ada yang bisa memberikan jaminan akan masa depan seseorang pasti lebih aman di salah satu dunia. Resiko ada di mana saja. Kesiapan diri untuk cepat beradaptasilah yang akan memberikan kekuatan seseorang untuk terus mencoba hingga keberhasilan diraih. Jika ingin lebih dan mengasah potensi diri tentu saja dunia bisnis membuka peluang yang jauh lebih besar. Itulah sebabnya saya pun memilih dunia bisnis dan mendengar panggilan suara hati yang terdalam untuk mulai menekuni dunia bisnis sambil tetap menjalankan tanggung jawab di dunia profesional.

 

Mereka yang berpikir :

Latar belakang pendidikan maupun keadaan ekonomi yang kurang telah membuat kesempatan sukses menjadi semakin kecil. Padahal, saya melihat dan menyimpulkan kalau latar belakang pendidikan, gender, keadaan ekonomi yang kurang baik serta usia yang sudah tidak muda lagi bukanlah penentu utama keberhasilan. Suara dalam diri, pola pikir, visi dan misi hidup adalah faktor penentu yang utama. Besarkan gambaran diri anda sendiri di dalam benak/pikiran. Semuanya kita terlahir ke dunia mengemban tugas. Sang pencipta pasti memberikan bekal untuk kita. Kenali diri sendiri. Dimana kelebihan utamanya. Jika belum tahu apa saja kelebihan diri, bisa anda minta kepada orang-orang terdekat untuk memberikan masukan yang positif dan jujur untuk menyebutkan apa saja kelebihan diri anda. Jika anda cukup mengenali diri, tuliskan apa saja kelebihan utama anda dan usahakan terus kelebihan itu untuk ditingkatkan kadar keprofesionalannya.

Kata Bill Gates, “Jika anda terlahir miskin itu bukan kesalahan anda. Tapi jika anda mati dalam keadaan miskin itu adalah karena kesalahan anda.” Kenapa begitu? Karena kehidupan anda adalah hasil dari suara-suara dalam diri, tujuan, pilihan, tindakan, serta pola pikir bukan karena keadaan ketika anda dilahirkan.

 

Cermati kata-kata yang sering terucap di dalam hati ataupun pikiran. Ganti kata-kata yang melemahkan dengan kata-kata optimis, yang memperlihatkan kemungkinan-kemungkinan baik dan lebih menjanjikan. Ciptakan gambar-gambar yang positif dalam memandang masa depan. Kehidupan nyata anda adalah hasil dari suara-suara dalam pikiran anda. Suka atau tidak suka, itulah refleksinya yang bisa dilihat secara kasat mata. Perbaiki suara di dalam, bertindak dengan penuh semangat dan yakin bahwa anda siap membuat gambar kehidupan yang hasilnya lebih cerah, berwarna dan tentu saja penuh kemenangan.

 

masa depan yang lebih baik harus diperjuangkan.

masa depan yang lebih baik harus diperjuangkan.